Transportasi dan Logistik
Transportasi adalah suatu aktivitas memindahkan barang atau manusia dari tempat asal (origin) ketempat tujuan (destination) dengan menggunakan moda transportasi.
Moda transportasi dibagi menjadi 5 jenis yaitu :
- Udara, contohnya yaitu pesawat
- Darat, contohnya mobil dan motor
- Laut, contohnya kapal
- Rel, contohnya kereta api
Kegunaan (utility) dari transportasi yaitu
- Place (tempat), dengan adanya transportasi kita dapat memindahkan suatu barang yang berlebih di suatu tempat (surplus) ke tempat yang kekurangan barang tersebut. Contohnya yaitu di daerah Jawa Timur terdapat banyak hewan kurban dan di daerah tersebut kebutuhannya sudah terpenuhi dan mengalami kelebihan. Dan di daerah Jakarta mengalami kekurangan sehingga membutuhkan banyak hewan kurban dari Jawa Timur untuk melaksanakan kurban.
- Time (waktu), dengan adanya transportasi kita akan lebih tepat waktu untuk memindahkan suatu barang atau seseorang. Contohnya yaitu pengirimin jaket hangat ke daerah Eropa, dengan adanya transportasi jaket akan cepat sampai langsung ke Eropa sebelum musim dingin dating.
Multimoda Transport Convention 1980
Multimoda Transport yaitu :
- Menggunakan lebih dari dua moda.
- Satu kontrak pengangkutan (dokumen).
- Melalui dua Negara.
Multimoda Transport Operator yaitu :
- Setiap orang bertindak atas namanya sendiri dan melalui orang lain yang bertindak atas namanya
- Menutup suatu kontrak pengangkutan multimodal.
- Bertindak sebagai principal
- Bukan sebagai seorang agen, orang yang bertindak atas nama consigner, atas nama carries (pengangkut) yang turut serta dalam pelaksanaan pengangkutan multimoda
- Bertanggung jawab atas pelayanan kontrak pengangkutan multimoda tersebut.
Logistik operator berawal dari material management (pengelolaan bahan baku), internal inventory transfer, physical distribution management (pendistribusian barang yang sudah jadi) lalu ke logistics of the enterprise atau customer.
Logistik kordinator adalah penyampaian informasi atau aliran komunikasi dalam pengadaan barang tentang permasalahan dalam logistic maupun transportasi.
Objectice of logistics
- To deliver finished inventory dan materials
- In correct quantities (kuantitas)
- When required (time dan waktu)
- To location where required (tempat)
- In usable condition (kualitas)
- Total cost (lowest)
Prosuden --> Agen --> Distributor --> Customer
Saluran distrbusi untuk barang konsumen
Produsen --> Agen --> Wholesaler --> Retailer --> Cosumen
Perbedaan dari transportasi dan logistic adalah jika logistic mengalami perpindahan ( movement) dan penyimpanan (storage), sedangkan transportasi hanya mengalami perpindahan (movement)
Skema Trade
Pertama buat kontrak dengan importir lalu importir buat letter of credits ke opening bank lalu setelah opening bank acc lc tersebut, lc dikirim ke advising bank yang ada di negara eksportir tersebut, lalu advising memberi LC dan PEB ke exporter lalu exporter mengirim barang ke loading port beserta PEB sebagai bukti agar barang dapat langsung dikirim ke Destination Port, lalu exportir mengirim lagi LC, PEB dan Dox yang berupa surat pemberitahuan barang lalu advising langsung dapat mencarikan uangnya ke exportir. Lalu advising bank mengirim DOX ke opening bank yang ada di negara importir lalu opening bank mengirim uang ke advising bank melalui reimbursing bank. Lalu importir mengirim uang ke opening bank lalu opening bank akan memberikan PIUD LPS dan Dox agar importer dapat mengambil barang yang ada di destination port.
Strategi Transportasi Darat Strategi Tranportasi Darat direalisasikan pada:
- Angkutan Darat
- Angkutan Penyebrangan
- Transportasi Perkotaan
- Dibuatnya Peraturan-Peraturan mengenai Tranportasi Darat
Strategi yang dilakukan pemerintah yaitu :
- Pembangunan jembatan sebagai angkutan penyebrangan seperti contoh jembat suramadu yang awalnya harus menggunakan kapal feri kini angkutan darat dapat melaluinua dari Surabaya ke Madura
- Pengembanganan angkutan perkotaan seperti busway yang bermanfaat untuk mengurangi kepadatan, hingga menghemat bbm dari pada harus menggunakan kendraan pribadi
- Pembangunan flyover, MRT, dan LRT
- Dibuatnya peraturan 3in1, sistem buka tutup, dan plat ganjil genap
- Dalam segi keamanan dibuatnya marka jalan yang tepat dan pagar pengamanan jalan
Pada pertemuan perkuliahan ini, kami membahas tentang :
1. Bagaimana kondisi jalan dengan bertambahnya volume kendaraan yang terdapat di jalan.
2. Apakah dengan adanya ojek online merupakan salah satu membangun majunya transportasi di darat dan apa sudah sesuai dengan undang-undang yang ada
3. Apa perbedaan warna plat kuning dengan yang lainnya
Jawaban:
1. Dengan bertambahnya volume kendaraan yang ada pemerintah menghimbau untuj lebih menggunaka kendaraan umur dan mengurangi kepadatan dan kemacetan sekaligs mengurangi polusi yang ada
2. Dengan adanya ojek online tentu mebuat kepraktisan bagi penggunanya, walaupun sempat ada masalah karena tidak adanya izin, sekarang segala masalah sudah selesai dan ojek online sudah dapat beroperasi kembali
3. Untuk plat kuning diwajibkan kepada kendaraan umum dan hitam untuk kendaraa perorangankl
Strategi Transportasi Laut
Karena pada pertemuan ini tidak melakukan tatap muka, tetapi kelompok saya membahas tentang asa asa cabotage di Indonesia.
Cabotage
adalah sebuah prinsip yang memberikan hak khusus (privilege) untuk
kapal-kapal penunjang operasional niaga berbendera negara yang
bersangkutan untuk melakukan angkutan ke wilayahnya (pelabuhan).
Secara regulatif, asas cabotage ini telah diatur dalam Pasal 7 dan 8 Undang-Undang No.17 Tahun
2008 tentang Pelayaran (UU Pelayaran). Dengan kata lain, Penerapan asas
ini berarti memberi hak perusahaan angkutan dari Negara Indonesia
beroperasi komersial secara ekslusif.
Asas
Cabotage tidak hanya berlaku di Indonesia. Negara-negara seperti
Amerika Serikat melaksanakan asas ini dengan nama Jones Act/1920, di
Uni Eropa dikenal dengan EU Regulation (EEC) No. 3118/93, dan di
Australia disebut Cabotage Laws).
Asas Cabotage yang mewajibkan kapal yang beroperasi di Indonesia menggunakan bendera Merah Putih dilaksanakan dalam rangka mewujudkan kedaulatan negara dan wawasan nusantara.
Asas Cabotage yang mewajibkan kapal yang beroperasi di Indonesia menggunakan bendera Merah Putih dilaksanakan dalam rangka mewujudkan kedaulatan negara dan wawasan nusantara.
Asas
Cabotage adalah kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan
perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera
Indonesia serta diawaki awak kapal berkewarganegaraan Indonesia. (Pasal 8
ayat 1 UU 17 Tahun 2008)
Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R. Mamahit mengatakan
kepada Liputan6 , Jakarta, Selasa (22/4/2014) bahwa isi asas cabotage
sendiri yakni kegiatan angkutan laut dalam negeri harus dilakukan oleh
perusahaan angkutan laut nasional.
- Angkutan laut dalam negeri harus menggunakan kapal berbendara Indonesia.
- Selain itu, kapal itu juga diawaki oleh awak ka
- pal kewarganegaraan Indonesia
Konvensi hukum international :
Chicago Convention 1944
Tokyo Convention 1963
Hague Convention 1970
Montreal Convention 1971
Warsaw Convention 1929
Rome Convention 1952
Hague Protocol 1955
Hague Rules 1924
Hague-Visby Rules 1968
Hamburg Rules 1978
Rotterdam Rules 2008
Cim Convention 1970
Cotif Convention 1999
Cmr Convention 1956
Montreal Protocol 1999
Multimodal Transport Convention 1980
Organisasi :
PBB
ICAO
IMO
UNCTAD
Independent :
WCO
ICC
OTIF
IATA
BIMCO
Dalam pengiriman barang dapat menggunakan Combined Transport Bill Of Leading yang berfungsi untuk :
1. Cost of service pricing (Biaya Operasional). Laba didapat dari Revenue dikurang Cost
2. Value of Service Pricing. Jika Nilai tinggi tarif juga pasti tinggi, Jika nilai rendah pasti tarif juga pasti turun
3. Charging What The Traffic Will Bear (Berada diantara batas minimum atau COSP dan batas maksimum atau VOSP)
Resiko-resiko yang dapat dialami :
1. Penumpang (Kecelakaan)
2. Alat Angkat
3. Muatan, Hilang atau rusak
4. Freight
Sifat kerugian di laut
1. General Average, didukung sesama pihak atau untuk kepentingan umur
2 Particuar Average, didenda satu pihak atau bukan untuk kepentingan umur
3. Unsur menentukan kerugian, sukarela atau bagu hasil
Protectum and Indemnity Club COD (Change of Destination)
Letter of Indemnity
P&1 tidak cover asuransi bila:
1. Deskripsi dan kondisi cargo di B/L tidak sama dengan aktual
2. Antedated dan postdated B/L
3. Pengiriman barang tidak menggunakan (issue)
- Receipt for Cargo
- Contract of carriiage
- Negoitable document (Document of Title)
Perbedaan dengan Sea Waybill dan Air waybill tidak adanya Negoitable Document
Exporter dapat disebut juga dengan seller, shipper, ataupun beneficiary
Importer dapat disebut juga dengan buyer, consignee, ataupun applicant
Strategi Transportasi Udara
- Strategi On time performance dan optimalisasi implementasi standar, prosedur dan peraturan di bidang keselamatan
- Strategi peningkatan daya saing industri angkutan udara nasional
- Strategi kompatibilitas prasarana bandara dengan pola jaringan prasarana dan pelayanan transportasi udara
- Strategi optimum tarif sesuai dengan jasa pelayanan yang diberikan
Dasar Penentuan Tarif
1. Cost of service pricing (Biaya Operasional). Laba didapat dari Revenue dikurang Cost
2. Value of Service Pricing. Jika Nilai tinggi tarif juga pasti tinggi, Jika nilai rendah pasti tarif juga pasti turun
3. Charging What The Traffic Will Bear (Berada diantara batas minimum atau COSP dan batas maksimum atau VOSP)
Resiko-resiko yang dapat dialami :
1. Penumpang (Kecelakaan)
2. Alat Angkat
3. Muatan, Hilang atau rusak
4. Freight
Sifat kerugian di laut
1. General Average, didukung sesama pihak atau untuk kepentingan umur
2 Particuar Average, didenda satu pihak atau bukan untuk kepentingan umur
3. Unsur menentukan kerugian, sukarela atau bagu hasil
Protectum and Indemnity Club COD (Change of Destination)
Letter of Indemnity
P&1 tidak cover asuransi bila:
1. Deskripsi dan kondisi cargo di B/L tidak sama dengan aktual
2. Antedated dan postdated B/L
3. Pengiriman barang tidak menggunakan (issue)